Teks Ulasan
“Sang Pemimpi”
Sang Pemimpi adalah novel kedua dari tetralogi Laskar
Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini berkisah tentang kehidupannya di Pulau
Belitong yang serba kesusahan. Ada 3 orang pemuda SMA yang bermimpi untuk
menyambung sekolah sampai ke Prancis menjelajah Eropa sampai ke Afrika. Ikal,
Arai, dan Jimbron adalah para pemimpi-pemimpi tersebut.
Pada bab pertama buku ini, Andrea menceritakan tentang
dirinya (dalam novel ini digambarkan sebagai Ikal) dan 2 temannya, Arai dan
Jimbron adalah tiga remaja yang nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar,
tokoh antagonis dalam buku ini. Dia seorang Wakil Kepala SMA Bukan Main itu.
Namun, berbeda dengan sang Kepala Sekolah yang bernama Pak Balia. Ia adalah
cermin guru teladan. Pak Belialah yang telah memberikan mimpi-mimpi kepada
murid-muridnya terutama kepada Ikal, Arai dan Jimbron.
Pada bab-bab berikutnya pembaca akan melihat
potongan-potongan kisah seperti berdiri sendiri. Andrea hanya membuat
cerpen-cerpen dalam satu buku. Meskipun demikian, pada setiap bab, mulai awal
hingga akhir, buku ini memiliki hubungan yang sangat erat, seperti
mozaik-mozaik dalam kehidupan.
Novel yang disajikan dengan bahasa yang cantik ini mampu
menyihir pembaca sehingga pembaca bisa ikut merasakan kebahagiaan, semangat
keputusasaan, dan kesedihan. Selain itu, buku ini memiliki lelucon-lelucon yang
tidak biasa, cerdas, dan pasti akan membuat pembaca tertawa. Dengan membaca
buku ini, Anda akan mengetahui bahwa Andrea Hirata memiliki pribadi yang cerdas
dalam mengolah kata-kata dan memiliki wawasan yang sangat luas.
Meskipun disebut sebagai buku kedua dari tetralogi Laskar
Pelangi, di buku ini nyaris tidak ada hubungannya dengan buku Laskar Pelangi.
Sang Pemimpi hanya menyebutkan kata Laskar Pelangi hanya sekali. Keponakan yang
Ikal biayai saat di Jawa juga tidak disebut sama sekali dalam buku ini, padahal
di Novel sebelumnya telah diceritakan dengan jelas.
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, novel
ini benar-benar buku yang sangat dibutuhkan oleh remaja negeri ini. Buku ini
memberi motivasi, semangat, dan mimpi pada anak-anak yang patah semangat supaya
sekolah dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, buku ini
juga mengajarkan tentang ketidakmungkinan yang bisa diwujudkan dengan kerja
keras.
v Mencari kata sifat yang sikap, kata kerja, dan kata
benda
A. Kata sifat yang sikap
1. Nakal 6.
Cerdas
2. Antagonis 7. Semangat
3. Lembut 8. Eksotis
4. Teladan
B. Kata Kerja
1. Melanjutkan 6. Memberi 11. Menyihir 16.
Mengesampingkan
2. Menjelajah 7. Mengubah 12. Melihat 17. Digambarkan
3. Mengetahui 8.
Mengolah 13. Membuat 18. Menyebutkan
4. Memberikan 9. Diberikan 14. Memiliki 19.
Menceritakan
5.
Merasakan 10. Dibenci 15. Membaca 20. Mengajarkan
c. Kata benda
1. Kisah 6. Motivasi 11. Sastra 16. Hubungan
2. Budaya 7. Semangat 12. Seni 17. Kesedihan
3. Mimpi 8. Peradaban 13. Bab 18. Pendidikan
4. Novel 9. Wawasan 14. Buku 19. Kemiskinan
5.
Bahasa 10. Sekolah 15. Kata 20. Keputusasaan
v Menguraikan SPOK kalimat majemuk setara dan kalimat
majemuk bertingkat.
1. Kalimat
Majemuk Setara
a)
Ia juga memiliki hati yang lembut,
suka menolong tanpa banyak bicara,
S
P O P Ket. cara
sering memberi kejutan, idenya
selalu nyeleneh.
P
O S P
b)
Dia memiliki otak
yang cerdas dan
selalu ingin tahu.
S P O
konj P
c)
Dia ditertawakan oleh
abang-abangnya, tetapi Arai
tetap membelanya.
S P Konj
Pelengkap Konj
S P
2. Kalimat
Majemuk Bertingkat
a) Pada
bab pertama buku ini, Andrea menceritakan bahwa
dirinya (dalam
novel ini
Ket. tempat S
P Konj O Ket. tempat
digambarkan sebagai
Ikal), dan kedua
temannya Arai dan
Jimbron adalah
P Pelengkap Konj Pelengkap S
P
tiga
remaja yang nakal.
Pelengkap Ket. sifat
b)
Di sanalah orang belajar science,
sastra, dan seni hingga mengubah peradaban.
Ket.
tempat S
P Pelengkap Konj P O
c)
Novel yang disajikan dengan bahasa yang cantik ini mampu menyihir pembaca
S P Pelengkap Ket. sifat
P O
sehingga pembaca
bisa
ikut merasakan
Konj
S P
kebahagiaan,
semangat, keputusasaan, dan kesedihan.
O Konj O
v Rujukan kata yang ada dalam teks sang pemimpi.
1. Sang Pemimpi
adalah novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini
menceritakan kisah kehidupannya di
Pulau Belitong yang dililit kemiskinan.
Pada kalimat di atas, kata rujukan ini merujuk pada Sang Pemimpi dan kata rujukan -nya
merujuk pada Andrea Hirata.
2.
Ada tiga remaja
SMA yang bermimpi untuk melanjutkan
sekolah hingga ke Prancis dan menjelajah Eropa hingga ke Afrika. Ikal,
Arai, dan Jimbron adalah pemimpi-pemimpi itu.
Pada kalimat di atas, kata rujukan itu merujuk pada untuk melanjutkan sekolah hingga ke Prancis dan menjelajah Eropa hingga
ke Afrika.
3.
Pada bab pertama
novel ini, Andrea menceritakan bahwa dirinya
(dalam novel ini digambarkan sebagai
Ikal) dan kedua temannya, Arai dan Jimbron adalah tiga remaja yang nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar, tokoh antagonis dalam novel ini.
Pada kalimat di atas, kata rujukan ini merujuk pada kata Sang Pemimpi dan kata rujukan -nya
merujuk pada Andrea (Ikal). Sementara
itu, kata rujukan mereka merujuk pada
Ikal, Arai, dan Jimbron.
4.
Pak Balialah
yang telah memberikan mimpi-mimpi kepada murid-muridnya.
Pada kalimat di atas, kata rujukan -nya merujuk pada Pak Balia.
5.
Novel yang
disajikan dengan bahasa yang cantik ini mampu menyihir pembaca sehingga mereka
bisa ikut merasakan kebahagiaan, semangat, keputusasaan, dan kesedihan.
Pada kalimat di atas, kata rujukan mereka merujuk pada pembaca.
6.
Dengan
mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, novel ini benar-benar buku yang
sangat dibutuhkan oleh remaja negeri ini.
Pada kalimat di atas, kata rujukan ini merujuk pada Indonesia.
v Menangkap
Makna Teks Ulasan
a) Pesan moral apa yang ingin disampaikan oleh
penulis pada teks ulasan Sang Pemimpi
?
Nilai moral yang
terkandung dalam novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar
menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja tangguh dalam
menyikapi kerasnya kehidupan. Dalam novel ini, tokoh utama digambarkan sebagai
sosok remaja yang memiliki pengarai yang cukup baik dan rasa setia kawan yang
tinggi.
b) Amanat apa
yang ingin disampaikan oleh penulis teks ulasan Sang Pemimpi ?
Jangan
berhenti bermimpi walau dalam keterbatasan dan tutupi keterbatasan itu dengan
kerja keras karena dengan kerja keras impian yang kita inginkan dapat tercapai
dan sesuatu yang tidak mungkin terjadi bisa mungkin terjadi.
Kita harus mempunyai mimpi yang besar dan harus berusaha mewujudkannya dengan
semangat dan kerja keras.